Build Trust Everyday
formed superteam through employee synergy
24 hour maintenance alert for excellent service
highest possible quality standard construction
stay connected everywhere
excellent performance in acquisition and area development
high degree of attention to detail
 
 

Clients

Partners

 

Industri Telekomunikasi Beralih ke Sektor Data

Selasa, 15 Juni 2010 08:00 WIB
Penulis : Dani Prasetya

Media Indonesia

 

JAKARTA--MI: Dalam beberapa tahun mendatang industri telekomunikasi akan memilih untuk menggarap sektor data sebagai sumber pendapatan. Sektor layanan suara memang terus meningkat, tapi tidak memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan.

"Trafik suara memang meningkat, tapi pendapatan stagnan. Mereka butuh pasokan baru dari data yang bisa berkontribusi pada pendapatan," ungkap Head of Managed Service Nokia Siemens Asia Pasific Steven Mcfeeley, di Jakarta, Senin (14/6).

Menurut dia, operator akan mulai memikirkan alih usaha ke sektor data karena memberikan pengaruh positif pada peningkatan pendapatan. Operator telekomunikasi di kawasan Asia Pasifik disebutkan perlu meningkatkan kualitas jaringan, pengembalian aset, fokus pada pendapatan non-suara, pertumbuhan trafik data dan suara, mengubah model bisnis, serta menggabungkan divisi jaringan dan lapisan servis yang sebelumnya dipisahkan.

Hal itu, kata dia, tidak dapat dipasok seluruhnya oleh operator. Pasalnya, para penyedia layanan komunikasi menghadapi tantangan signifikan karena adanya tekanan dari pasar, teknologi, operasional, dan finansial.

Pada umumnya, setiap operator memiliki tantangan bisnis yang berbeda, tapi sebagian besar harus menyeimbangkan strategi pertumbuhan dan pengurangan biaya secara bersamaan dan meningkatkan model bisnis tidak hanya sekedar layanan suara.

Adanya konvergensi jaringan tetap (fixed), bergerak (mobile), dan internet protocol (IP) membuat sejumlah investasi jaringan menjadi usang, sedangkan permintaan adanya investasi lain terus meningkat. Tidak mengherankan apabila mulai banyak penyedia layanan komunikasi untuk melakukan proses alih daya (outsourcing) terhadap sejumlah aktivitas yang biasanya mereka lakukan sendiri pada pihak seperti Nokia Services Networks.

"Alih daya merupakan cara efektif untuk menangkap peluang dan meraih keunggulan kompetitif," kata dia.

Meskipun terjadi pembatasan capex dan opex, para operator harus mengadopsi perkembangan pasar. Apalagi, industri telekomunikasi terus mengalami transformasi. Tidak lagi hanya membutuhkan layanan suara.

"Dengan mengalihkan aktivitas penting, tapi bukan yang menghasilkan diferensiasi, para operator dapat berkonsentrasi menjaga pertumbuhan portofolio pelanggan," jelasnya.

Alasan perkembangan industri telekomunikasi itulah yang membuat operator yang berbisnis pada layanan suara mulai memikirkan untuk berkonsolidasi. Pasalnya, peningkatan investasi data terbilang cukup mahal jika hanya mengandalkan sumber pendanaan dari layanan suara. "Di negara lain, tidak ada operator sebanyak Indonesia," ujar dia.

Dia mencontohkan, India yang memiliki tujuh operator dan Australia sebanyak empat operator. Bahkan, China, Jepang, Philipina, dan Malaysia masing-masing hanya memiliki tiga operator. (DP/OL-9)

Back
 
 

 

   
©2008 PT. Solusindo Kreasi Pratama. All Rights Reserved