Selasa, 1 Juni 2010 - 19:12 wib
Sarie - Okezone
JAKARTA - Bakrie Telecom (BTel) mengklaim berhasil mempertahankan laju pertumbuhan pelanggan. Sampai akhir Maret 2010 jumlah pelanggan BTel bertambah hingga mencapai 11 juta.
Angka tersebut mengindikasikan pertumbuhan sebesar 37,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 8 juta pelanggan.
"Bakrie Telecom berusaha keras untuk menggapai targetnya menjadi 14 juta pelanggan di akhir 2010 dan sekaligus mewujudkan visinya untuk menjadi operator pilihan masyarakat serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan telekomunikasi yang murah dan berkualitas," ujar GM Corporate Communication Bakrie Telecom Noorman Iljas, dalam keterangan resmin BTel, Selasa (1/6/2010).
Langkah Bakrie Telecom untuk secara berkesinambungan memperkenalkan produk dan layanan inovatif dipandang sebagai faktor determinan dalam menjaga laju pertumbuhan pelanggan. Program Esia GANAS (Gratis Nelpon Nasional) tidak saja memperkuat posisi Esia sebagai produk Bakrie Telecom yang memberikan tarif termurah, tapi juga mampu mendorong tingkat penggunaan telepon yang berdampak pada ARPU (Average Revenue Per User).
Demikian pula program bundling Hape Esia seperti Hape Esia Gayaku seharga Rp 199 ribu dan Hape Esia Online yang penuh fitur pertemanan sosial dan chatting seperti Esia Messanger. Program tersebut dipandang mampu memberikan pilihan beragam pada masyarakat.
Perkembangan positif dalam laju pertumbuhan pelanggan mendorong pencapaian positif pula dalam kinerja keuangan perusahaan di kuartal pertama 2010. Berdasarkan laporan keuangan yang telah direview secara terbatas, BTEL mencetak pendapatan usaha Rp894 Miliar pada kuartal pertama 2010 atau naik 9,5% dibanding pencapaian periode yang sama tahun 2009 yaitu sebesar Rp 816 Miliar.
Demikian pula catatan pertumbuhan pendapatan bersih (net revenue) pada kuartal pertama 2010. Perusahaan mencatat pendapatan bersih (net revenue) sebesar Rp708 Miliar. Dengan pencapaian ini berarti BTEL berhasil meningkatkan pendapatan bersihnya sebesar 7,6 % dari Rp 658 Miliar yang dicapai pada kuartal pertama 2009. (srn)
Back